Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain. Telur asin baik dikonsumsi dalam waktu satu bulan (30 hari).
Panganan ini bersifat praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan misalnya nasi jamblang, dan nasi lengko, bahkan dapat pula dimakan tanpa nasi. Nelayan yang melaut atau orang yang bepergian untuk waktu lama biasa membawa telur asin untuk bekal.
Di Jawa Tengah, daerah Brebes
dikenal sebagai penghasil utama telur asin. Industri telur asin di
Brebes cukup meluas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas telur
asin. Masing-masing produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya
dapat dilihat pada kulit telur. Walaupun selera orang berbeda-beda,
telur asin yang dinilai berkualitas tinggi memiliki ciri-ciri bagian
kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, "kering" (jika
digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat.
(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Telur_asin )
Terbatasnya lahan dan modal usaha di tengah semakin tingginya tuntutan
kebutuhan hidup acap kali justru mendorong kreativitas seseorang. Tak
pernah puas dengan hasil kerja yang sama bertahun- tahun,
terobosan-terobosan baru pun dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih
baik. Tak terkecuali bagi para peternak.
Dari beternak beberapa jenis itik lokal, seperti itik turi Bantul
ataupun itik payaman Magelang, kami mencoba beralih ke itik unggul
yang dirasa lebih menguntungkan karena pertumbuhan yang lebih cepat dan
produktivitas yang lebih tinggi. Itik unggul organik ini
istimewa karena pertumbuhan dagingnya yang cepat. Jika berat itik biasa
atau itik lokal hanya enam ons pada usia 45 hari, pada usia yang sama
berat itik unggul organik mampu mencapai 1,3 kilogram. Itik jenis betina
dinamai ratu, sedangkan yang jantan dinamai raja.
Pada usia satu bulan, 45 hari, 50 hari, sampai tiga bulan itik unggul organik sudah bisa dipotong. Selain pertumbuhan dagingnya lebih cepat, produktivitas telur itik jenis ini juga lebih tinggi dibandingkan itik biasa. Persentase produktivitas telur mencapai 93 persen lebih tinggi dibanding itik biasa yang hanya mencapai 68 persen. Setiap hari seekor itik mampu menghasilkan satu butir telur selama satu tahun penuh. Biasanya, itik lokal bertelur selama dua sampai tiga bulan, lalu berhenti sekitar satu bulan sebelum bertelur kembali.(Sumber : http://itikdanbebek.blogspot.com/2009/06/itik-hibrida-raja-dan-ratu-peluang-baru.html )
Pada usia satu bulan, 45 hari, 50 hari, sampai tiga bulan itik unggul organik sudah bisa dipotong. Selain pertumbuhan dagingnya lebih cepat, produktivitas telur itik jenis ini juga lebih tinggi dibandingkan itik biasa. Persentase produktivitas telur mencapai 93 persen lebih tinggi dibanding itik biasa yang hanya mencapai 68 persen. Setiap hari seekor itik mampu menghasilkan satu butir telur selama satu tahun penuh. Biasanya, itik lokal bertelur selama dua sampai tiga bulan, lalu berhenti sekitar satu bulan sebelum bertelur kembali.(Sumber : http://itikdanbebek.blogspot.com/2009/06/itik-hibrida-raja-dan-ratu-peluang-baru.html )
No comments:
Post a Comment